Senin, 07 Januari 2013

Jurnal Ekonomi Koperasi 5

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Rangkuman Penelitian

Dampak program rata-rata masih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan angka elastisitas
yang < 1, bahkan ada yang negatif, yaitu :

�� Dampak terhadap peningkatan volume usaha koperasi dibidang peternakan bernilai
signifikan, dengan angka elastisitas sebesar 1,487. Dibidang perikanan kurang
signifikan, dengan angka elastisitas sebesar 0,738 dibidang perkebunan signifikan
dengan angka elastisitas 1,425. dalam hal ini dampak program dikatakan sebanding
apabila elastisitas sama dengan satu (e = 1).

�� Dampak program terhadap pendapatan koperasi bersifat negatif, pemberian program
justru menyebabkan penurunan jumlah pendapatan, akibat progresivitas biaya
produksi lebih besar dibandingkan omset. Angka elastisitas sbesar -0,049 untuk
bidang peternakan, -0,024 untuk bidang perikanan dan -0,047 untuk bidang
perkebunan. Hal yang sama juga terjadi terhadap pendapatan anggota, untuk
bidang peternakan angka elastisitas sebesar -0,012 dan untuk bidang perkebunan
sebesar -0,012.

�� Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja (jumlah pekerja) relatif tinggi dengan
elstisitas sebesar 1,994 untuk peternakan dan untuk bidang perkebunan sebesar -
0,012.

�� Dampak program terhadap peningkatan etos kerja sangat rendah dengan angka
elastisitas sebesar 0,035 untuk bidang peternakan dan 0,038 untuk perkebunan.

�� Dampak program terhadap peningkatan semangat berkoperasi masih sangat rendah
yang ditunjukkan dengan elastisitas 0,072 untuk bidang peternakan dan 0,068 untuk
perkebunan.

�� Sedangkan dampak program terhadap peningkatan ekonomi pedesaan

yang ditunjukkan dengan indikator penyerapan tenaga kerja. Dalam aspek
ini angka elastisitas yang tinggi. Hal demikian berarti bahwa program
memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi pedesaan.

5.2. Kesimpulan

q Program stimulan dengan pola bergulir belum menunjukkan dampak yang
    positif dibidang peternakan, perikanan dan perkebunan. Dampak program
    rata-rata masih rendah dengan angka elastisitas kurang dari 1, bahkan
    ada yang negatif. Dampak Program yang relatif rendah diakibatkan oleh
   (a) ketidaktepatan penentuan penerima bantuan, (b) kualitas pasokan
    bantuan dari pihak ketiga (pemasok), dan (c) umur produksi bantuan belum
    memasuki fase optimum karena kurang dari 2 tahun. Sedangkan usia
    produksi untuk beberapa program belum memasuki masa perguliran
   (diantaranya sapi, pabrik kelapa sawit, pabrik pengolahan susu, kapal
    ikan dan pabrik es).

q Pengalokasian dana stimulan untuk koperasi yang bergerak di sektor
     perkebunan dan peternakan rata-rata dampaknya lebih signifikan bila
    dibandingkan dengan dampak dana stimulan yang diberikan pada koperasi
    yang bergerak di sektor perikanan. Secara keseluruhan dari kelima aspek
    dampak yang diteliti dapat menunjukkan bahwa jika dana stimulan
    disalurkan kepada koperasi, maka dampaknya yang ditimbulkan akan
    lebih besar dibanding disalurkan kepada anggota.

5.3. Saran

q Penentuan penerima bantuan harus benar-benar memperhitungkan
   kesiapan pengelolaan penjiwaan terhadap kopersi serta kecocokan dengan
   kondisi alam agar pelaksanaannya menjadi lebih baik. Penentuan pihak
   ketiga harus diseleksi secara ketat agar dana stimulan yang diterima
   koperasi/anggota terjamin kualitasnya.

q Pembinaan terhadap usaha yang didanai program stimulan harus terus
   ditingkatkan karena baik kopersi maupun anggota masih memiliki berbagai
    kelemahan baik pada aspek teknis maupun manajemen.

q Karena sifatnya sebagai modal penyertaan maka pengawasan dinas
   koperasi terhadap program stimulan harus ditingkatkan termasuk dalam
   pelaksanaan perguliran. Diperlukan komitmen dan kerjasama yang tinggi
   baik di tingkat koperasi, dinas koperasi maupun Kementerian Negara
   Koperasi dan UKM terhadap program.

                                                  DAFTAR PUSTAKA
Bahrin. 1996. Etos Kerja, Penerapan Teknologi dan Karakteristik Sosial Ekonomi
Rumah Tangga (Kasus Tiga Desa Tertinggal di Kabupaten Bengkulu Selatan).
Program Pascasarjana IPB. Bogor.

Center, L.W. 1997. Enviromental Impact “Assement, Mc. Graw Hill Book Company, New York.

Gujarati. 2003. Econometrica. Mc. Graw Hill Book Company. Singapore.

Hedrojogi. 1997. Koperasi : Azas-azas, Teori dan Praktek. Raja Grafindo. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar