Senin, 21 Oktober 2013

Softskill Pembahasan 5

MENGEMBANGKAN DESA WISATA JAGUNG

          Senyum Tiwuk mengembang. Gadis lulusan SMA senang lantaran egg roll jagung bikinannya menarik perhatian belasa ibu rumah tangga dan remaja putri, yang hadir pada saat pameran Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM) Expo, di JHCC, 6 Oktober 2013 lalu.

     Sesekali perempuan berambut sebahu itu menjelaskan betapa bersyukurnya ia mendapatkan bantuan modal alat, dan juga ilmu membuat kue, yang diberikan Pertamina bekerja sama dengan Universitas Negeri Semarang, “Begitu kampung kami dijadikan sebagai  lokasi Desa Binaan Pertamina, saya langsung bertekad inilah jalan keluarga kami menuju kemandirian. Insha Allah ada keyakinan, ada bantuan gratis dan mumpung ada kesempatan harus dimaksimalkan.” Kampung Tiwuk tepatnya berada di Desa Ketaon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Desa yang letaknya di sekitar Termina BBM Ketaon ini mendapat 11 program binaan yang mencakup bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan infrastruktur.

      “mayoritas penduduk Desa Ketaon bermatapencaharian sebagai petani jagung.” Kata Tiwuk. Selama ini mereka hidup dalam kondisi pas-pasan. Hasil bumi jagung manis  dan hibrida, selalu anjlok saat panen tiba. Universitas Negeri Semarang mulai merumuskan program desa binaan dengan bantuan dana dari Pertamina. Di bidang pendidikan digulirkan bantuan perlengkapan dan peralatan sekolah, pendidikan kewirausahaan bagi remaja Desa Ketaon. Juga dilakukan peningkatan ketrampilan guru-guru desa, pengembangan perpustakaan sekolah, bimbingan belajar, dan lain-lain.

      Dibidang ekonomi dibuat kelompok usaha boga bahan baku jagung melalui pelatihan pengolahan pasca panen jagung, menjadi produk setengah jadi (tepung jagung). Kelompok ini juga dilatih melakukan diversifikasi olahan jagung menjadi kue, serta pembuatan pakan ikan lele.

        Progam bidang kesehatan dilakukan dengan peningkatakan hidup sehat, sanitasi, dan lain-lain. Di bidang lingkungan dan infrastuktur ada program pengelolaan sampah limbah jagung, pembuatan tanaman obat keluarga, perbaikan saluran irigasi dan lain-lain.

      Tiwuk dan ibunya adalah penerima manfaat pembinaan bidang kewirausahaan. Rosida, dosen mata kuliah Jasa dan Produksi Universitas Negeri Semarang menjelaskan, “Dulu ketika harga panen jagung anjlok, mereka hanya mengolah jagung jadi marning saja. Marning camilan dai jagung yang digoreng dengan bumbu  asin.” Karena itu dia mengajarkan diversifikasi olahan jagung menjadi aneka kue antara lain egg roll, stick, brownies, dan bolu gulung. Tentu saja sebelum diolah menjadi kue, jagung harus dijadikan tepung  terlebih dahulu.

        Kisah Tiwuk hanyalah segelintir cerita sukses warga yang menjadi sasaran program Desa Binaan Pertamina. “Cita-cita saya ingin Desa Ketaon menjadi desa tujuan wisata kampung Jagung dari hulu sampai hilir.” Ujar Tiwuk. Bagi Pertamina, program Desa Binaan seperti yang dilaksanakan di Desa Ketaon merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara member kail. “Dengan kail yang kami berikan, ternyata mampu menggugah semangat masyarakat untuk berusaha.” Kata Manager CSR Pertamina Ifki Sukarya.


Jurnal Nasional: Rabu, 16 Oktober 2013 Hal. 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar