Sabtu, 03 Januari 2015

INFORMASI ASIMETRIS (AGENCY THEORY)



Asimetri Informasi merupakan suatu keadaan dimana manajer memiliki akses informasi atas prospek perusahaan yang tidak dimiliki oleh pihak luar perusahaan. Agency Theory mengimplikasikan adanya asimetri informasi antara manajer (agen) dengan pemilik (principal).

Dalam bidang ekonomi, asimetri informasi terjadi jika salah satu pihak dari suatu transaksi memiliki informasi lebih banyak atau lebih baik dibandingkan pihak lainnya. Umumnya pihak penjual yang memiliki informasi lebih banyak tentang produk dibandingkan pembeli, meski kondisi sebaliknya mungkin juga terjadi. Kondisi ini pertama kali dijelaskan oleh Kenneth J. Arrow dalam satu artikel yang terkenal di bidang penanganan kesehatan yang berjudul “Uncertainty and the Welfare Economics of Medical Care,” di jurnal American Economic Review.

George Akerlof kemudian menggunakan istilah informasi asimetris dalam karyanya tahun 1970: The Market for Lemons (Pasar Barang Kacangan). Ia menyebutkan bahwa dalam pasar seperti itu, nilai rata-rata dari komoditi cenderung untuk turun, bahkan untuk barang yang tergolong berkualitas bagus. Penjual yang tidak berniat baik dapat menipu pembeli dengan cara memberi kesan seakan-akan barang yang akan dijualnya bagus. Sehingga, banyak pembeli yang menghindari penipuan menolak untuk melakukan transaksi dalam pasar seperti ini, atau menolak mengeluarkan uang besar dalam transaksi tersebut. Sebagai akibatnya, penjual yang benar-benar menjual barang bagus menjadi tidak laku karena hanya dinilai murah oleh pembeli, dan akhirnya pasar akan dipenuhi oleh barang berkualitas buruk.

Adanya pemilihan kebijakan akuntansi dalam standar yang dapat digunakan tersebut membuat manajemen memiliki cukup keleluasaan untuk memanipulasi laporan keuangan tersebut. Pilihan metode akuntansi yang secara sengaja dipilih oleh manajemen. Untuk tujuan tertentu dikenal dengan sebutan manajemen laba. Asimetri Informasi dapat diantisipasi dengan melakukan pengungkapan informasi yang lebih berkualitas.
 

Ada dua tipe asimetri informasi yaitu :


   1. Adverse Selection, adalah jenis asimetri informasi dalam mana satu pihak atau lebih yang melangsungkan atau akan melangsungkan suatu transaksi usaha, atau transaksi usaha potensial memiliki informasi lebih atas pihak-pihak lain.

     2.  Moral Hazard , adalah jenis asimetri informasi dalam mana satu pihak yang melangsungkan atau akan melangsungkan suatu transaksi usaha atau transaksi usaha potensial dapat mengamati tindakan-tindakan mereka dalam penyelesaian transaksi-transaksi mereka sedangkan pihak-pihak lainnya tidak. Moral hazard dapat terjadi karena adanya pemisahan pemilikan dengan pengendalian yang merupakan karakteristik kebanyakan perusahaan besar.





REFERENSI :


TUGAS ARTIKEL KELOMPOK



CLIENT Group :

Asef Sururi                   (28211479)
 
Dimas Nurdiansyah      (28211496)

Mohammad Zakaria      (29211361)

Mukhlasin                     (25211028)



      1.      What are the ethical issues by this case.
Answer :
a.       Pesticide plant that many people build shacks around the plant
b.      Chairman eliminate money for a few years
c.       Structure organization are not enough to deal with a disaster
d.      Management less giving guidance to the community around or civillian

   2.  What is the doctrine of illegal “limited” applies to protect shareholders fromunion carbide corportion.
Answer :
Not applied to protect shareholders because the company’s manager had failed to warn all of them the risk at the indian plant.

     3.   Is India operations, which are overseen by managers of the union carbide corporation (USA) in accordance with the legal or moral standards or ethical?
Answer :
Not appropriate because the company Union Carbide India Ltd has not metlegal and ethical standards that have seen set by the parent company. Therefore, many events-events that occur due to dipabrik undesirable omission of officers and the lack of training provided and because a majority of the employees of the illiterate so don’t know the dangers of pesticides used. And result in catastrophic burning of storage tanks.


The reason why we choose CLIENT

Client for our groups name is because it just simply to remember by using that name (CLIENT) also the meaning of client is the maker of the Alliance (person or body) that makes Alliance with one or more members of the IAI-KAP or KAP of the members working for professional services. So we hope that we also become professional like that underline word.